Kesehatan Itu Mahal

Saat aku sakit baru kurasakan pentingnya sebuah kesehatan.
Banyak hikmah yang kupetik disaat itu.
Dulu rokok bagiku adalah sahabat yang paling setia, apalagi disaat menulis, rokok adalah teman yang sangat membantu.
Setiap hisapan serta kepulan saat dikeluarkan akan selalu menghasilkan suatu imaginasi disetiap tulisan yang akan kutuangkan.
Bahkan saat menunggu seseorangpun yang dirasakan membosankan rokok teman yang paling setia.
Apalagi disaat malam hari, pikiran stress atau mata tak mau terpejam rokok adalah yang terbaik.
Pokoknya rokok bagiku adalah sahabat kental yang tidak boleh dilepas, tanpa dia hidup terasa kurang, tanpa dia kupastikan segala imajinasiku hilang, bahkan gilanya aku lebih rela membeli rokok dari pada makan demikian prinsipku.
begitulah akrabnya aku dengan teman yang bernama ROKOK
Hari-hari kulalui dengan menikmati setiap hisapan dan hembusan asapnya.
Tetapi tak lama kemudian rokok temanku itu malah diam-diam merusakku.
Dada terasa sesak tak kepalang tanggung, aku meronta mengerang diatas tempat tidur bahkan yang biasanya menangis adalah tabu tapi malah kuluapkan, benar-benar luar biasa sakitnya.
Akupun dilarikan ke rumah sakit. berbagai alat dipasang, mulai dari selang oxigen, selang infus bahkan selang seperti catu listrik (katanya sih namanya IKG) untuk periksa jantung dan jarum suntik untuk mengambil contoh darah.
Aku terpaku melihat itu semua, memang mulai dari kecil hingga sekarang baru kali itu aku berurusan yang namanya rumah sakit, (wah maaf kelupaan, ada, saaat kecil itupun saat aku sunat). Jadi wajarlah aku terbengong bahkan sedikit ngeri melihat alat2 yang berhubungan dengan tubuhku tersebut.
Nahh... disaat menahan sakit tersebut, terlintas dibenakku apalagi vonis dokter yang menyatakan sakitku diakibatkan salah satunya adalah rokok, sehingga membuatku
sedikit menyesal berteman dengan rokok karena diam-diam dia telah merusak paru-paruku dengan asapnya, padahal selama ini aku begitu mempercayainya.
Dan itu kubuktikan, usai aku sembuh akupun alergi dengan yang namanya rokok walau tak kutampikkan kerinduan itu kadang datang menghantui, tetapi keinginan sehat lebih besar menyergapku, mudah-mudahan ini akan terus kupertahankan.
Maaf kan sobat bukan maksud memberi nasehat tetapi untuk apalah kita bersahabat dengan barang berasap, yang merusak dada dan uang yang didapat dengan hasil jerih payah.
Ingat Kawan Sehat Itu Mahal


0 Comments:
Post a Comment
<< Home