-

My Photo
Name:
Location: Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Saya seorang pria yang suka tantangan, tetapi tak suka menantang.

Monday, May 22, 2006

Paket Perjalanan Akhir


Ketika kita meninggalkan dunia ini menuju kedunia yang lain, ibaratnya seperti sebuah perjalanan penerbangan menuju kesuatu negeri.Dimana keterangan tentang negeri tersebut tidak akan ditemukan dalam brosur yang dikeluarkan oleh biro perjalanan, tetapi dijelaskan didalam Al-Quran dan Hadist. Pesawat yang akan ditumpangi dan yang akan menghantarkan kita bukanlah pesawat Garuda Indonesia atau Saudi airlines, tetapi Keranda Jenazah. Barang bawaan kita tidak dibatasi hanya 23 kg. tapi untuk perjalanan ini berapapun berat dan banyaknya amal perbuatan kita. Kita tidak akan ditagih atas kelebihan barang bawaan. Semuanya gratis Berkat kemurahan Sang Pencipta.Pakaian yang dikenakan bukanlah stelan jas yang mahal buatan Piere Cardin atau sejenisnya, tetapi kain kafan putih tanpa jahitan.Parfum yang dipakai bukanlah buatan Channel atau Shalimar, tetapi kampar dan air mawar.Passport kita bukan passpor dinas, diplomatik atau paspor haji, tetapi Al-Islam.Kemudian visa masuk tidak dibatasi selama 6 bulan, tetapi visa Bebas tanpa batas dengan stempel 'Laila haillallah'.Pramugari yang melayani bukanlah gadis cantik dengan senyuman menawan, tetapi malaikat Izrail Tujuan kita bukanlah International Airport tetapi Qabarastaan atau TPU.Dan Bandara yang menjadi tempat transit kita adalah Alam Barzakh.Ruang tunggu bukanlah ruangan berhamparkan karpet yang ber AC, tetapi ruang gelap dengan luas 1.5 x 2 m yang bernama Kuburan.Petugas Immigrasi yg memeriksa bukanlah petugas imigrasi dari Kerajaan Saudi tetapi malaikat Nukar dan Nakir.Dan tidak diperlukan pengeledahan barang bawaan oleh Petugas Bea dan Cukai atau detector.Tujuan hanya satu yaitu padang masyarKita tidak perlu membayar untuk perjalanan tersebut, karena gratis.Jadi kartu ATM, credit card and tabungan anda tidak diperlukan lagi.Jangan khawatir Pesawatnya tidak akan dibajak karena terroris tidak ada disana.Makanan tidak dihidangkan dalam penerbangan ini, karena itu tidak perlu risau memikirkan makanan halal atau haram.Tidak perlu pusing memikirkan tempat untuk bersandar, karena Tubuh kita telah terbujur kaku.Jangan khawatir penerbangan akan ditunda, karena jadwal Penerbangan selalu tepat waktu, baik berangkat maupun tibanya.Jangan pikirkan tentang hiburan selama penerbangan karena kita sudah tidak memiliki cita rasa lagi.Tak perlu dirisaukan mengenai booking untuk perjalanan ini, Karena sudah dibookingkan sejak kita dalam masih kandungan ibu kita.Tak perlu dipikirkan siapa yang akan duduk disebelah kita. Karena kita satu-satunya penumpang disana. Nikmati perjalanan tsb, sekiranya jika bisa menikmatinya.Satu hal yang perlu di ingat, bahwa jadwal perjalanan ini tidak akan diberitahukan sebelumnya. Persoalannya, apakah kita sudah siap untuk itu?Masing-masing kita pasti akan menempuh perjalanan tersebut dan Setiap orang akan diberikan tiket gratis untuk satu kali perjalanan (one way ticket), yakni perjalanan yang tidak akan pernah kembali lagi.Selamat menikmati perjalanan Anda....

Thursday, May 11, 2006

Bersin Tentukan Kepribadian


Bersin selalu dialami siapapun, entah itu terjadi karena musim pancaroba, alergi debu, aroma yang menyengat atau kemasukan partikel lain yang membuat selaput lendir hidung gatal dan memaksanya mengeluarkan aliran udara tanpa kita sadari. Bersin memang sudah menjadi gejala natural tubuh kita. Namun tahukah Anda jika bersin bisa menentukan karakter dan personaliti setiap orang.
Melalui survei dan penelitian, bersin ada empat kategori, yaitu: nice sneezer, "be right" sneezer, "get it done" sneezer dan enthusiastic sneezer.
Jika Anda selalu membuang muka saat bersin, itu artinya Anda masuk dalam kategori nice sneezer, yaitu individu yang memiliki kepribadian hangat, penolong, setia dan welas asih dengan sesama.
Atau Anda adalah orang yang selalu bersin dengan suara yang keras sekali? Wah, jika memang iya, itu artinya Anda masuk dalam kelompok "get it done" sneezers, yaitu tipe orang yang cekatan, cepat mengambil keputusan, tegas dan tanpa tedeng aling-aling, atau bisa dibilang pribadi yang tak pernah ragu dalam bertindak. Sosok personaliti seperti ini sangat sesuai dijadikan sebagai pimpinan.
Bagaimana jika Anda selalu menutup mulut dan hidung dengan selembar tisu ataupun sapu tangan saat bersin? Wood mengkategorikan tipe orang dengan perilaku seperti ini sebagai "be right" sneezers, tipe orang yang selalu mengutamakan kerapian, ketelitian, akurat dan individu yang memiliki pemikiran mendalam.
Kelompok terakhir adalah "enthusiastic" sneezers. kelompok orang-orang yang kerap menarik perhatian saat mereka bersin. Misalnya kakek Anda yang selalu bersin dengan gaya dan cara yang sering membuat Anda kaget dan ketakutan, atau bisa jadi teman kerja Anda yang selalu bersin sampai lima kali. Tipe orang yang masuk dalam kategori ini cenderung memiliki pribadi yang kharismatik, berjiwa sosial dan memiliki kemampuan memotivasi orang lain.

Dibalik Keindahan Medan


Siapa saja yang datang ke Kota Medan tentu akan takjub dengan perkembangannya, dimana menjamurnya plaza serta mal, bahkan tempat jajananan malamnya yang bernuansa moderen seperti merdeka walk yang di buat di pinggiran lapangan merdeka, selain beraneka ragam panganan ditampilkan, nuansa sinaran lampu yang beraneka ragam warna dapat kita nikmati ketika duduk ditempat tersebut plus suara musik yang mendayu.
Tetapi tahukah kita dibalik gemerlap lampu dan menjamurnya plaza yang ada di kota Medan tersebut terselip kesedihan warga kota Medan.
Diakui terlihat sekilas kota Medan sungguh mengundang decak kagum siapa saja yang datang, namun pembangunan dan pemakaian tempat tersebut kabarnya upaya salah satu dari orang nomor satu kota Medan untuk mengeruk keuntungan pribadi (didapat dari berita beberapa media yang ada di Kota Medan).
Caranya, didapat kabar uang hasil kerjasama dengan sistem sewa tempat (BOT) dimana tanah adalah milik negara (lapangan merdeka) disewa pengusaha dengan nilai milyaran rupiah tersebut tidak masuk ke kas pemerintah kota Medan dan penyewaannya tidak tanggung-tanggung kabarnya puluhan tahun.

Dengan alasan tempat tersebut di karyakan untuk menambah income pendapatan daerah dalam pembangunannya sepertinya tidak terbukti dimana siang hari Kota Medan dilihat layaknya seperti pelacur pulang kesiangan, mukanya kusut, rambut acak-acakan dan badan penuh panau dan kurap. Begitu juga Kota Medan, jelas dilihat disana sini, saat siang hari badan jalannya banyak yang berlobang lobang, apalagi agak ke pinggir kota, sungguh menyedihkan.
Bahkan lapangan merdeka yang seharusnya sebagai paru-paru kota sudah tidak terlihat, seperti Ibu Kota Indonesia, Jakarta sang Walikotanya tidak pernah membuat bangunan di daerah Monas sebagai paru-paru kota Jakarta.
Kehijauan seputar lapangan merdeka Medan memudar, yang ada terlihat hanya bangunan.
Ironinya lapangan yang kini telah dikelilingi tempat jualan tersebut, setiap tahunnya 2 kali dipergunakan kaum muslim untuk sholat hari raya Idul Fitri dan Adha sudah tidak memungkinkan.
Tidak itu saja ingatan sejarah tentang tempat tersebut juga seperti akan hilang, dimana dulu dimasa penjajahan, lapangan merdeka tersebut tempat berkumpulnya para pejuang yang bersatu untuk menghancurkan penjajah dari Indonesia khususnya kota Medan.
Mungkin kalau dana tersebut disalurkan kepada kepentingan masyarakat Medan tidak terlalu bermasalah, namun kalau untuk kekayaan pribadi alangkah naifnya.