-

My Photo
Name:
Location: Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Saya seorang pria yang suka tantangan, tetapi tak suka menantang.

Saturday, July 22, 2006

Kesehatan Itu Mahal


Saat aku sakit baru kurasakan pentingnya sebuah kesehatan.
Banyak hikmah yang kupetik disaat itu.
Dulu rokok bagiku adalah sahabat yang paling setia, apalagi disaat menulis, rokok adalah teman yang sangat membantu.
Setiap hisapan serta kepulan saat dikeluarkan akan selalu menghasilkan suatu imaginasi disetiap tulisan yang akan kutuangkan.
Bahkan saat menunggu seseorangpun yang dirasakan membosankan rokok teman yang paling setia.
Apalagi disaat malam hari, pikiran stress atau mata tak mau terpejam rokok adalah yang terbaik.
Pokoknya rokok bagiku adalah sahabat kental yang tidak boleh dilepas, tanpa dia hidup terasa kurang, tanpa dia kupastikan segala imajinasiku hilang, bahkan gilanya aku lebih rela membeli rokok dari pada makan demikian prinsipku.
begitulah akrabnya aku dengan teman yang bernama ROKOK
Hari-hari kulalui dengan menikmati setiap hisapan dan hembusan asapnya.
Tetapi tak lama kemudian rokok temanku itu malah diam-diam merusakku.
Dada terasa sesak tak kepalang tanggung, aku meronta mengerang diatas tempat tidur bahkan yang biasanya menangis adalah tabu tapi malah kuluapkan, benar-benar luar biasa sakitnya.
Akupun dilarikan ke rumah sakit. berbagai alat dipasang, mulai dari selang oxigen, selang infus bahkan selang seperti catu listrik (katanya sih namanya IKG) untuk periksa jantung dan jarum suntik untuk mengambil contoh darah.
Aku terpaku melihat itu semua, memang mulai dari kecil hingga sekarang baru kali itu aku berurusan yang namanya rumah sakit, (wah maaf kelupaan, ada, saaat kecil itupun saat aku sunat). Jadi wajarlah aku terbengong bahkan sedikit ngeri melihat alat2 yang berhubungan dengan tubuhku tersebut.
Nahh... disaat menahan sakit tersebut, terlintas dibenakku apalagi vonis dokter yang menyatakan sakitku diakibatkan salah satunya adalah rokok, sehingga membuatku
sedikit menyesal berteman dengan rokok karena diam-diam dia telah merusak paru-paruku dengan asapnya, padahal selama ini aku begitu mempercayainya.
Dan itu kubuktikan, usai aku sembuh akupun alergi dengan yang namanya rokok walau tak kutampikkan kerinduan itu kadang datang menghantui, tetapi keinginan sehat lebih besar menyergapku, mudah-mudahan ini akan terus kupertahankan.
Maaf kan sobat bukan maksud memberi nasehat tetapi untuk apalah kita bersahabat dengan barang berasap, yang merusak dada dan uang yang didapat dengan hasil jerih payah.
Ingat Kawan Sehat Itu Mahal

Saturday, July 08, 2006

Wah Malaysia






Ketika aku jalan-jalan ke Kuala Lumpur Malaysia, sedikit takjub kurasakan.
Bukan karena baru kali itu aku ke negara tetangga tersebut.
Namun rancangan pengambangan kotanya itu yang membuatku takjub.
Saat ini lokasi kantor roda pemerintahan mereka tidak lagi berada di inti kota tapi jauh kepolosok.
Namun jangan salah sangka, ternyata pembangunan dilokasi yang baru tersebut mengundang decak kagum sapa saja.
Bahkan bisa dibilang lebih cocok sebagai tempat pariwisata.
Pembangunan ini dari pandanganku :
1. Pemindahan seluruh kantor pemerintah yang selama ini mungkin bertaburan sekarang bisa berkumpul menjadi 1 lokasi.
2. Kemacetan kota sehingga membuat pegawai terhambat dan terlambat masuk tidak lagi masalah.
3. Dengan berpindahnya kantor Pemerintahan jauh dari inti kota, mememungkin kota akan bertambah perkembangannya secara cepat, sehingga pembangunan akan semakin merata.
4. Mudahnya bagi rakyat negara itu yang mungkin ingin mengurus sesuatu ke pemerintahnya.
5. kenyamanan pegawai bekerja sehingga memaksimalkan pemikiran dan tenaga.
6 didukung lokasi yang luar biasa indahnya menambah salah satu income wisata bagi negara tersebut.
7. Biaya pembangunan tidak terlalu besar dikarenakan dengan dijualnya aset lokasi kantor diinti kota yang harganya mahal kepada pihak ke-3 kemudian membeli dan membangun di luar kota.
Ide cemerlang pemerintah malaysia ini patut diangkat 10 jari dan aplusan yang luar biasa, bukan maksud memuji tetapi pemikiran tersebut patut dicontoh untuk kemajuan bangsa dan negara kita.

Friday, July 07, 2006

Kota Medanku Berulang Tahun

Dihari ulang tahun Medan ke 416 ini ada terselip keharuan dan kebanggaan serta kekecewaan.
Dimana di usianya yang telah matangnya, Medan hampir menjadi kota metropolitan yang sesungguhnya. Ini terlihat semakin menjamurnya bangunan mewah dan menjulang terutama plaza-plaza dan Mal serta Hypermart, kalau dihitung pusat perbalanjaan di kota Medan sungguh fantasi, entah keyakinan apa membuat para pengusaha terus mendirikan pusat perbelanjaan tersebut tanpa takut rugi.
Dan jika malam menjelang wuih Kota Medan bagaikan bermandi cahaya. Lampu hiasnya hampir ada disetiap sudut jalan, belum lagi tempat jajanan malam yang mengundang selera.
Belum lagi air mancurnya yang indah jika siang membuat hati nyaman dan jika malam menambah kegermalapan.
Begitulah keindahan kotaku Medan, yang kini berusia 416.
Namun dibalik itu semua terselip kesedihan dihati, gedung ditengah kota terus menjulang sementara agak pinggiran terus terdera.
Cahaya lampu untuk keindahan kota terus bersinar namun akhirnya membuat merana, karena pemadaman lampu bergilir akan terus melanda.
Malam Kota Medan bagaikan wanita yang dipuja karena penuh dengan warna, namun jika siang bagaikan pelacur pulang kesiangan dimana terlihat badannya yang penuh panu dan kurap, seperti jalan yang berlubang apalagi jika hujan maka jalan akan seperti kubangan.
Padahal katanya sang Walikota Medan, orangnya nyentrik dan penuh gaya, tapi kotanya......
Dan yang paling sedih biaya perawatan lampu jalan jauh lebih tinggi dari anggaran pendidikan.
Ooohh...... Medanku sayang, Medanku Malang.......