-

My Photo
Name:
Location: Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Saya seorang pria yang suka tantangan, tetapi tak suka menantang.

Saturday, December 03, 2016

RAKER KPKPOS 2016


Untuk meningkatkan pemberitaan dan pemasaran koran KPKPOS sehingga perlu dibuatnya suatu rapat kerja (RAKER), sehingga tanggal 19 Nopember 2016 lalu ditetapkan untuk acara tersebut.
Kepala biro dari berbagai daerah yang menjadi perwakilan koran KPKPOS pun datang, rapat dimulai dengan berbagai masukan dan menjawab permasalahan yang ada.
Memang tidak mudah saat ini dalam bisnis surat kabar apalagi munculnya media online dimana setiap orang dengan mudah mengases dari handphonenya, tidak payah dan tidak terlalu lama.
Menghadapi tantangan ini bukan membuat koran KPKPOS gentar dan terbukti koran satu ini tetap ramai peminatnya walau memang diakui oplah agak sedikit menurun. Dikarenakan pemberitaan di media massa lebih bertanggung jawab dari pada media online yang terkadang tidak diketahui siapa penerbitnya, sehingga berita isu tanpa saringan bertebaran dan akhirnya menjadi pembicaraan yang terkadang banyak salah alias hoax. Ini jugalah membuat media massa masih tetap eksis.
Berbagai masukan dan masalah tercuat namun semua ada jawaban, sehingga semangat terus berjuang menjadi koran yang diperhitungkan kembali terus berkobar.
Terima kasih kepada biro dan wartawan yang telah mengabdi selama ini didalam wadah koran KPKPOS, semoga KPKPOS terus berkibar memberikan informasi demi kemaslahatan masyarakat untuk membangun daerah dan negara tercinta dengan salahsatunya pemberantasak korupsi.
Jayalah KPKPOS ku........














Mengabdi Tanpa Batas


Kesibukan membuat daku melupakan blogku...
Lima tahun belakangan ini disibukkan dengan kegiatan organisasi kemanusian yaitu Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara.
Dengan jabatan Wakil Ketua PMI Sumut Bidang Penanggulangan Bencana membuat kegiatanku bertambah selain bisnis untuk kehidupanku tentunya ditambah pekerjaan wartawan yang menjadi pekerjaan utama ku..
Kesibukan itu menjadi lebih setelah gunung Sinabung yang terletak di tanah karo Sumatera Utara terjadi erupsi hingga tak diketahui kapan berhentinya.
Meninjau, memberi bantuan dan  mencari dana untuk Tanah Karo terus kulakukan bersama pengurus dan Relawan PMI Sumatera Utara...setengah waktuku terfokus ke sana apalagi dengan jabatan yang kuemban.
Tidak itu saja rapat Penanggulangan Bencana, baik yang dilakukan pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun PMI Pusat terus diikuti. Apalagi rapat PMI Pusat sering diadakan di Bandung... membuat perjalanan dengan pesawat menjadi terbiasa...
Waktu berputar tidak terasa sudah lima tahun aku menjabat.. keasikan sebagai pengurus PMI membuat lupa, namun kegiatan itu sangat mengesankan dan membuatku senang.
Berjumpa dengan orang-orang yang satu visi yaitu kemanusiaan diseluruh Indonesia menjadikan kebahagian tersendiri untukku. Alhasil semakin banyak sahabat dan kerabat.
Kini kegiatan itu sudah terhenti, karena jabatan yang disandang tidak lagi berada di pundakku, namun kenangan itu akan terus kukenang dan aku akan berusaha dilain waktu untuk kembali mendudukan jabatan itu.
Memang jabatan itu amanah dari Allah bisa datang dan bisa pergi. Namun ada kesan tersendiri menjadi bahagian Keluarga Besar Palang Merah Indonesia. Walau tanpa gaji dan penghasilan namun keakraban dan perjuangan tanpa pamrih dari keluarga besar PMI itu yang membuatku terkesan dan  bersemangat.
Terlihat jelas para relawan PMI yang bekerja membantu masyarakat yang ditimpa musibah tanpa pamrin, tanpa kenal lelah, terus memberikan bantuan terhadap sesama.
Tujuh prinsip dasar yang menjadi acuan PMI terus dilaksanakan yaitu :
1. Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.
2. Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah.
3. Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.
4. Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.
5. Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun
6. Kesatuan
Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.
7. Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.





7 Prinsip ini juga membuat relawan PMI mengabdi total tanpa batas.

Tanpa memandang suku, ras dan agama.

Hormatku untuk seluruh relawan yang ada di Indonesia, semoga kedepan aku bisa mengabdi lagi bersama sahabat-sahabatku....




 

Friday, July 05, 2013

Memulai Baru

Lama sudah tidak bermain didunia maya untuk blog.... tapi karena ada seseorang yang pengen membuat blog. akupun mencoba kembali dan akhirnya kudapatkan kembali cara mendapatkan blogku, setelah blognya kubuatkan tentunya...

Terima kasih teman atas... permintaanmu ... rasa untuk bermain didunia maya kembali bergolak dihatiku... tunggu tulisan-tulisanku... lebih lanjut....

Mari kita mulai....... let's start now......

Monday, April 09, 2007

Kerja... dan Kerja....


Rasanya udah lama enggak ngeliat blog, hari ini entah mengapa ada perasaan kerinduan untuk bermain-main didunia maya walau selama ini yang namanya internet tetap dibuka namun hanya sebatas melihat mail, berita dan mencari foto di google.
Pertama terbukanya blog terbayang blog teman-teman yang pernah kusamparin dan 
menyamparin aku, rindu rasanya...
Kesibukan itulah yang membuatku melupakan dunia ini, di usia semakin menanjak, kebutuhanpun ikut menanjak, itulah membuatku melupakan dunia ini, bahkan sangkin 
lamanya password blog kupun sempat tak ingat, syukurlah ada bantuan.
Kalau dipikir-pikir kerja takkan habis tetapi kalau tidak kerja dari mana bisa menutupi kebutuhan. kadang terpikir enak sekali menjadi anggota dewan, tinggal teriak 
uangpun mengalir, bahkan tukul yang semakin jaya dengan empat matanya seperti menjadikan ide kepada anggota dewan untuk menguras uang rakyat dengan membeli laptop.
Tak tanggung-tanggung Rp.22 juta untuk satu buah laptop kepada 
satu orang anggota dewan, padahal mereka belum tentu menguasai 
alat tersebut. 
Kalau sekedar hanya mengetik dan melihat internet, 
kayaknya laptop harga 10 jutaan sudah lebih dari memadai.
tapi yah... itulah enaknya jadi anggota dewan.
Syukurlah pembelian laptop tersebut akhirnya tak jadi.
Sebenarnya hari-kehari semakin banyak rakyat yang menderita, namun kok tega-teganya ya wakil rakyat tersebut melakukan itu.
Kalaulah uang tersebut disalurkan kepada lapangan kerja kayaknya lebih baik.
Namun siapa yang perduli, saya tidak korupsi teman lain yang korupsi, rugikan.
Sialnya dengan alasan tersebut menjadikan Korupsi berjamaahpun wajib hukumnya, katanya sih.
Sepertinya mungkin juga ya.., buktinya musibah tidak berhenti menimpa negara kita.
tapi entahlah... yang penting aku cari uang untuk diriku dan keluargaku.
Makanya aku terus kerja... dan kerja..... namun tetap enggak kaya-kaya hikkkss... hikss...

Saturday, August 19, 2006

Ungkapkan Dengan Bunga


Jika anda ingin mengungkapkan kasih sayang sebaiknya ‘Ungkapkan dengan bunga’, demikian ucapan puitis dan romantis yang dahulu sering digaungkan.

Ungkapan dengan bunga ini, selalu menjadi obat mujarab untuk mendekatkan ataupun mengungkapkan hati yang sedang kasmaran.

Bukan itu saja dengan bunga juga, kasih sayang seperti kepada istri, ibu, ataupun siapa saja orang yang kita cintai sebagai cara yang paling akurat dalam mengungkapkannya, tanpa perlu berkata dengan bunga segalanya menjadi terungkap.

Namun kini kebanyakan ungkapan bunga ini telah terselewengkan, bunga disini bukan lagi tanaman yang harum semerbak terhirup dihidung, tetapi bunga lain yang tidak mempunyai wangi namun mempunyai arti yang jauh lebih mempesona setiap wanita, dialah bunga bank.

Bunga yang bisa hampir menjerat setiap orang, bunga yang bisa mengatur kehidupan. Namun perlu hati-hati, seperti juga bunga hidup kalau tidak waspada saat memetik kita akan disengat lebah atau tertusuk duri.

Nah bunga satu ini juga bisa menjerumuskan kita kepada kesombongan, keangkuhan, lupa akan Tuhan bahkan bisa membuat nyawa melayang.

Ingat tertusuk duri atau disengat lebah bisa diobat.

 

Saturday, July 22, 2006

Kesehatan Itu Mahal


Saat aku sakit baru kurasakan pentingnya sebuah kesehatan.
Banyak hikmah yang kupetik disaat itu.
Dulu rokok bagiku adalah sahabat yang paling setia, apalagi disaat menulis, rokok adalah teman yang sangat membantu.
Setiap hisapan serta kepulan saat dikeluarkan akan selalu menghasilkan suatu imaginasi disetiap tulisan yang akan kutuangkan.
Bahkan saat menunggu seseorangpun yang dirasakan membosankan rokok teman yang paling setia.
Apalagi disaat malam hari, pikiran stress atau mata tak mau terpejam rokok adalah yang terbaik.
Pokoknya rokok bagiku adalah sahabat kental yang tidak boleh dilepas, tanpa dia hidup terasa kurang, tanpa dia kupastikan segala imajinasiku hilang, bahkan gilanya aku lebih rela membeli rokok dari pada makan demikian prinsipku.
begitulah akrabnya aku dengan teman yang bernama ROKOK
Hari-hari kulalui dengan menikmati setiap hisapan dan hembusan asapnya.
Tetapi tak lama kemudian rokok temanku itu malah diam-diam merusakku.
Dada terasa sesak tak kepalang tanggung, aku meronta mengerang diatas tempat tidur bahkan yang biasanya menangis adalah tabu tapi malah kuluapkan, benar-benar luar biasa sakitnya.
Akupun dilarikan ke rumah sakit. berbagai alat dipasang, mulai dari selang oxigen, selang infus bahkan selang seperti catu listrik (katanya sih namanya IKG) untuk periksa jantung dan jarum suntik untuk mengambil contoh darah.
Aku terpaku melihat itu semua, memang mulai dari kecil hingga sekarang baru kali itu aku berurusan yang namanya rumah sakit, (wah maaf kelupaan, ada, saaat kecil itupun saat aku sunat). Jadi wajarlah aku terbengong bahkan sedikit ngeri melihat alat2 yang berhubungan dengan tubuhku tersebut.
Nahh... disaat menahan sakit tersebut, terlintas dibenakku apalagi vonis dokter yang menyatakan sakitku diakibatkan salah satunya adalah rokok, sehingga membuatku
sedikit menyesal berteman dengan rokok karena diam-diam dia telah merusak paru-paruku dengan asapnya, padahal selama ini aku begitu mempercayainya.
Dan itu kubuktikan, usai aku sembuh akupun alergi dengan yang namanya rokok walau tak kutampikkan kerinduan itu kadang datang menghantui, tetapi keinginan sehat lebih besar menyergapku, mudah-mudahan ini akan terus kupertahankan.
Maaf kan sobat bukan maksud memberi nasehat tetapi untuk apalah kita bersahabat dengan barang berasap, yang merusak dada dan uang yang didapat dengan hasil jerih payah.
Ingat Kawan Sehat Itu Mahal

Saturday, July 08, 2006

Wah Malaysia






Ketika aku jalan-jalan ke Kuala Lumpur Malaysia, sedikit takjub kurasakan.
Bukan karena baru kali itu aku ke negara tetangga tersebut.
Namun rancangan pengambangan kotanya itu yang membuatku takjub.
Saat ini lokasi kantor roda pemerintahan mereka tidak lagi berada di inti kota tapi jauh kepolosok.
Namun jangan salah sangka, ternyata pembangunan dilokasi yang baru tersebut mengundang decak kagum sapa saja.
Bahkan bisa dibilang lebih cocok sebagai tempat pariwisata.
Pembangunan ini dari pandanganku :
1. Pemindahan seluruh kantor pemerintah yang selama ini mungkin bertaburan sekarang bisa berkumpul menjadi 1 lokasi.
2. Kemacetan kota sehingga membuat pegawai terhambat dan terlambat masuk tidak lagi masalah.
3. Dengan berpindahnya kantor Pemerintahan jauh dari inti kota, mememungkin kota akan bertambah perkembangannya secara cepat, sehingga pembangunan akan semakin merata.
4. Mudahnya bagi rakyat negara itu yang mungkin ingin mengurus sesuatu ke pemerintahnya.
5. kenyamanan pegawai bekerja sehingga memaksimalkan pemikiran dan tenaga.
6 didukung lokasi yang luar biasa indahnya menambah salah satu income wisata bagi negara tersebut.
7. Biaya pembangunan tidak terlalu besar dikarenakan dengan dijualnya aset lokasi kantor diinti kota yang harganya mahal kepada pihak ke-3 kemudian membeli dan membangun di luar kota.
Ide cemerlang pemerintah malaysia ini patut diangkat 10 jari dan aplusan yang luar biasa, bukan maksud memuji tetapi pemikiran tersebut patut dicontoh untuk kemajuan bangsa dan negara kita.

Friday, July 07, 2006

Kota Medanku Berulang Tahun

Dihari ulang tahun Medan ke 416 ini ada terselip keharuan dan kebanggaan serta kekecewaan.
Dimana di usianya yang telah matangnya, Medan hampir menjadi kota metropolitan yang sesungguhnya. Ini terlihat semakin menjamurnya bangunan mewah dan menjulang terutama plaza-plaza dan Mal serta Hypermart, kalau dihitung pusat perbalanjaan di kota Medan sungguh fantasi, entah keyakinan apa membuat para pengusaha terus mendirikan pusat perbelanjaan tersebut tanpa takut rugi.
Dan jika malam menjelang wuih Kota Medan bagaikan bermandi cahaya. Lampu hiasnya hampir ada disetiap sudut jalan, belum lagi tempat jajanan malam yang mengundang selera.
Belum lagi air mancurnya yang indah jika siang membuat hati nyaman dan jika malam menambah kegermalapan.
Begitulah keindahan kotaku Medan, yang kini berusia 416.
Namun dibalik itu semua terselip kesedihan dihati, gedung ditengah kota terus menjulang sementara agak pinggiran terus terdera.
Cahaya lampu untuk keindahan kota terus bersinar namun akhirnya membuat merana, karena pemadaman lampu bergilir akan terus melanda.
Malam Kota Medan bagaikan wanita yang dipuja karena penuh dengan warna, namun jika siang bagaikan pelacur pulang kesiangan dimana terlihat badannya yang penuh panu dan kurap, seperti jalan yang berlubang apalagi jika hujan maka jalan akan seperti kubangan.
Padahal katanya sang Walikota Medan, orangnya nyentrik dan penuh gaya, tapi kotanya......
Dan yang paling sedih biaya perawatan lampu jalan jauh lebih tinggi dari anggaran pendidikan.
Ooohh...... Medanku sayang, Medanku Malang.......